Mungkin kita adalah sepasang mata. Kamu mata yang sebelah kiri dan saya mata
yang sebelah kanan atau Mungkin kita adalah sepasang tangan. Kamu tangan yang
sebelah kiri dan saya tangan sebelah kanan.
Ketika mata yang satu melihat ke sebuah pandang—otomatis mata yang lain akan
mengikutinya. Kalau tidak mata itu akan juling. Ketika tangan yang satu
bekerja, tangan lainnya akan membantunya. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan
dua—lebih sempurna—saya rasa begitu.
Mungkin kita adalah sepasang sepatu usang. Yang satu akan menangis ketika
sol sepatu pasangannya lepas. Kita akan diletakkan di rak yang sama, berdebu,
dan berdesakan dengan sepatu usang lainnya. Tapi kita akan saling mengenali bau
sepatu masing-masing.
Mungkin kita adalah sepasang sendal jepit. Dipakai bersama. Apapun warna
kita. Kita akan membuat pemakai kita nyaman dengan empuknya. Kita akan saling
mencari ketika pasangannya hilang. Seperti jepit, kita memang ditakdirkan untuk
saling mengait—satu dengan lainnya.
Mungkin kita adalah sepasang bulu mata. Kamu yang sebelah kiri dan saya yang
sebelah kanan. Jika ada di antara kita yang jatuh di pipi. Itu adalah tanda
kita saling mengangeni. Jika yang sebelah kena air mata, pastinya yang sebelah
juga akan kena.
Mungkin kita adalah sepasang kaki. Kamu yang sebelah kiri dan saya yang
sebelah kanan. Yang satu tidak akan melangkah terlalu cepat—terlalu
lambat—terburu-buru. Kita akan saling menunggu. Kita akan saling sabar. Kita
akan saling beriringan.
Dan memang kita sepasang ... (kamu bisa melanjutkannya)—ketika diciptakan
sepasang, sudah seharusnya saya mengenal bagian dari tulang rusukku..
dipertemukan. Ketika saya dan kamu diciptakan sepasang—saya bersyukur bahwa itu
kamu dan bukan orang lain.
Ketika saya dan kamu diciptakan sepasang—saya begitu bahagia, hendak
melayangkan banyak ucapan kepada pencipta. Tetapi yang keluar dari mulut
saya hanya dua kata,
“Terima Kasih”
Dan hey, bukankah kata itu sepasang... "terima & kasih"
*_^








0 komentar:
Posting Komentar
No sara, No Spam, No porn, OK.. :)